Entri Populer

Selasa, 26 Mei 2015

TENTANG SEJARAH INTERNET

SEJARAH INTERNET

Pada tahun 1995, jumlah situs meningkat menjadi 100.000 situs. Jumlah itu terus bertambah pada tahun 1997. Internet tidak hanya untuk menampilakn informasi bentuk teks, namun juga dapat membaca dokumen, mengirim dan menerima pesan elektronik (e-mail), serta sebagai media komunikasi massal melalui newsgroup dan mailing list, transfer dokumen, online shopping, internet banking, real-time chatting, bahkan menonton siaran langsung TV atau radio. Tahun 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Backbone NSFNET tidak diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang mengoperasikan jaringan IP komersial. Pada saat ANSNET dijual ke America Online pada tahun 1995, jaringan regional harus keluar dan harus memiliki layanan IP komersial untuk dapat saling terhubung.
Untuk mempermudah dan meyakinkan bahwa setiap jaringan regional dapat berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya, NSF memberikan kontrak kerja kepada empat operator jaringan untuk membuat NAP (Network Access Point). Operator-operator tersebut adalah PacBell (San Francisco), Ameritech (Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint (New York City). Setiap operator jaringan yang ingin menyediakan layanan backbone kepada jaringan-jaringan regional NSF harus menghubungkan semua NAP tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah (misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya CIX).
Negara-negara dan daerah lainnya juga membangun jaringan yang sebanding dengan NSFNET. Di Eropa misalnya, EuropaNet merupakan sebuah backbone IP untuk organisasi-organisasi riset dan EBONE merupakan jaringan yang lebih berorientasi komersial. Keduanya jaringan ini menghubungkan sejumlah kota di Eropa. Setiap negara di Eropa memiliki satu atau lebih jaringan nasional yang sebanding dengan jaringan regional NSF.

Sejarah Internet Dari Tahun 1995 Sampai Sekarang :

• 1995 – kontrak NSF keluar akses mereka ke empat penyedia internet.
NSF menjual domain untuk $ 50 biaya tahunan.
Netscape go public dengan Nasdaq nilai saham ipo-3 terbesar yang pernah ada
Pendaftaran domain tidak lagi bebas.
• 1996 –  Perang WWW browser yang dilancarkan terutama antara Microsoft dan Netscape.
Versi baru dirilis tiga bulan dengan bantuan pengguna internet ingin menguji (beta) versi baru.
Internet2 proyek diprakarsai oleh 34 universitas
Internet Service Provider mulai muncul seperti Sprint dan MCI.
Nokia merilis ponsel pertama dengan akses internet.
• 1997 – (Arin) didirikan untuk menangani administrasi dan pendaftaran nomor IP, sekarang ditangani oleh Network Solutions (IinterNic)
• 1998 – Netscape rilis source code untuk Navigator.
Internet Corporation untuk Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN) diciptakan untuk dapat mengawasi sejumlah tugas yang berhubungan dengan internet
• 1999 – Sebuah teknologi nirkabel yang disebut 802.11b, lebih sering disebut sebagai Wi-Fi, adalah standar.
• 2000 – dot com semburan bubble, numerik, pada 10 Maret 2000, ketika teknologi berat indeks komposit NASDAQ memuncak pada 5,048.62
• 2001 – Blackberry merilis ponsel internet pertama di Amerika Serikat.
 Penyebaran P2P file sharing di Internet
• 2002-Internet2 sekarang memiliki 200 universitas, 60 perusahaan dan 40 anggota afiliasi
• 2003 – Kementerian Kebudayaan Perancis melarang penggunaan kata “e-mail” oleh departemen pemerintah, dan mengadopsi penggunaan lebih Perancis terdengar “courriel”
• 2004 – Istilah Web 2.0 naik popularitasnya ketika O’Reilly dan MediaLive tuan rumah konferensi Web 2.0 pertama.
Mydoom,  email worm komputer tercepat yang pertama. Diperkirakan 1 dari 12 email yang terinfeksi.
• 2005 – Estonia menawarkan Voting internet secara nasional untuk pemilihan local.
Lounching Youtube
• 2006 – Ada sekitar 92 juta situs online.
akses internet Zimbabwe hampir sepenuhnya terputus setelah penyedia komunikasi satelit Intelsat memotong layanan internasional untuk non-pembayaran
Internet2 mengumumkan kemitraan dengan Communications  Level 3 untuk meluncurkan jaringan nasional merek baru, meningkatkan kapasitasnya dari 10Gbps ke 100Gbps
• 2007 – Internet2 resmi pensiun Abilene dan sekarang mengacu pada, kapasitas jaringan baru yang lebih tinggi sebagai Internet2 Jaringan
• 2008 – Indeks Google mencapai 1 Triliun URL.
NASA berhasil menguji pertama dalam jaringan komunikasi ruang dimodelkan di Internet.
Menggunakan perangkat lunak yang disebut Jaringan Gangguan-Toleransi, atau DTN, puluhan gambar ruang ditransmisikan ke dan dari pesawat ruang angkasa NASA terletak sekitar lebih dari 32 juta kilometer dari Bumi
• 2009 – ICANN keuntungan otonomi dari pemerintah AS
• 2010 – Facebook mengumumkan di Februrary bahwa ia memiliki 400 juta pengguna aktif.
The US House of Representatives melewati Cybersecurity Enhancement Act (HR 4061)




Selasa, 19 Mei 2015

STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI

KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur penulis tuturkan kehadirat Allah SWT dzat yang Maha Sempurna pencipta dan penguasa segalanya. Karena hanya dengan ridho-nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini sesuai dengan apa yang diharapkan dengan judul “Strategi Pembelajaran Inkuiri”. Dengan harapan semoga tugas makalah ini bisa berguna dan ada manfaatnya bagi kita semua. Amin.
Tak lupa pula pemakalah sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam proses penyusunan tugas makalah ini, karena penulis sadar sebagai makhluk sosial penulis tidak bisa berbuat banyak tanpa ada interaksi dengan orang lain dan tanpa adanya bimbingan, serta rahmat dan karunia dari -Nya.
Akhirnya walaupun  telah berusaha dengan secermat mungkin. Namun sebagai manusia biasa yang tak mungkin luput dari salah dan lupa. Untuk itu penulis mengharapkan koreksi dan sarannya semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya.




Padang, 10 April  2015





 Penulis,                                                 












DAFTAR ISI
















BAB I

PENDAHULUAN


1.             LATAR BELAKANG

Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif. Jika berpikir menjadi tujuan utama dari pendidikan, maka harus ditemukan cara-cara untuk membantu individu untuk membangun kemampuan itu.
Model pembelajaran ini dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Suchman. Suchman meyakini bahwa anak-anak merupakan individu yang penuh rasa ingin tahu akan segala sesuatu. Teori yang mendasari model pembelajaran ini:
1.      Secara alami manusia mempunyai kecenderungan untuk selalu mencari tahu akan segala sesuatu yang menarik perhatiannya;
2.      Mereka akan menyadari keingintahuan akan segala sesuatu tersebut dan akan belajar untuk menganalisis strategi berpikirnya tersebut;
3.      Strategi baru dapat diajarkan secara langsung dan ditambahkan/digabungkan dengan strategi lama yang telah dimiliki siswa;
4.      Penelitian kooperatif (cooperative inquiry) dapat memperkaya kemampuan berpikir dan  membantu siswa belajar tentang suatu ilmu yang senantiasa bersifat tentatif dan belajar menghargai penjelasan atau solusi altematif.

2.             Rumusan Masalah

Berdasarakan latar belakang di atas, maka setidaknya ada beberapa masalah yang akan di bahas dalam makalah ini, yaitu :
1.      Apakah pengertian Strategi Pembelajaran Inkuiri ?
2.       Apa tujuan Strategi Pembelajaran Inkuiri ?
3.       Apa cirri-ciri  Strategi Pembelajaran Inkuiri?
4.       Apa prinsip pengunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri  ?
5.      Apakah langkah- langkah Strategi Pembelajaran Inkuiri?
6.      Apa Strategi Pembelajaran Inkuiri sosial?
7.      Keungulan dan kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri ?

3.             Tujuan

Pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siwa untuk membangun kecakapan intelektual (kecakapan berfikir) terkait dengan proses- proses berfikir reflektifitas. Jika berfikir menjadi tujuan utama dari pendidikdn, maka harus ditemukan tujuan cara- cara untuk membantu individu untuk membangun kemampuan itu. Tujuan dari penggunaan strategi Pembelajaran Inkuiri adalah mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, akibatnya dalam pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.


BAB II

 PEMBAHASAN


1.               Pengertian Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran inkuiri atau yang lebih dikenal dengan SPI berangkat dari asumsi  bahwa sejak manusia lahir kedunia, memiliki dorongan  untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus berkembang dengan menggunaan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki manusia akan brmakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Berdasarkan itulah strategi inkuiri dikembangkan.
Inkuiri dalah model pembelajaran yang dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Schuman. Schuman meyakini bahwa anak- anak merupakan individu yang penuh dengan rasa ingin tahu akan segala sesuatu. Oleh karena itu, prosedur ilmiah dapat diajarkan secara langsung oleh mereka. Model inibertujuan untuk melatih kemampuan peserta didik dan meneliti, menjelaskan fenomena, dan memecahkan masalah secara ilmiah. Schuman ingin meyakinkan pada pesertadidik bahwa ilmu bersifat tentative dan dinamis, karena itu ilmu berkembang terus menerus.
Strategi pembelajaran inkuiri adalah sesuatu strategi pembelajaran menekankan pada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung . peran peserta didik dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan pendidikan berperan sebagai fasilitator dan pembimbing peserta didik untuk belajar. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Ada beberapa persyaratan yang memungkinkan terjadinya pembelajaran inkuiri. Pendapat Joyce (Gulo, 2005) menyatakan bahwa kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa , yaitu : (1) aspek social di dalam kelas dan suasana bebas terbuka dan permisif yang mengundang siwa berdiskusi; (2) berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenaranya; dan (3) penggunaan fakta sebagai validitas dan didalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta, sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis.
Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiri, berarti pertanyaan, atau pemeriksaan, penyelidikan. Sund, seperti yang dikutip oleh Suryo Subroto (1993: 193), menyatakan bahwa dicoveri merupakan bagian dari inquiri, atau inkuiri merupakan perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Menurut wina sanjaya, strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan  pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara  secara kritis dan analitis, untuk mencari dan menemukan sendiri dari jawaban dri suatu masalah yang dipertanyakan.

2.               Tujuan Strategi Pembelajaran Inkuiri

Strategi pembelajaran inkuiri bertujuan membantu peserta didik untuk membantu peserta didik untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara individu dalam pembelajaran. Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemapuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Selain itu penggunaan strategi pembelajaran inkuiri juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri peserta didik tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran,  akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunaka potensi yang dimilikinya. 

3.               Cirri- ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri

SPI (Strategi Pembelajaran Inkuiri) memiliki beberapa cirri yang dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       SPI menekankan kepada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya strategi inkuiri menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan pendidik secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
b.      SPI  memusatkan seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuh sikap percaya diri {self belief}. Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan pendidik bukan sebagai sumber belajar,akan tetapi sebagai fasulitator dan motivator belajar peserta didik.
c.       SPI merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini peserta didik memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.

4.               Pprinsip penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri

SPI memiliki prinsip sebagai berikut: 
a.      Beroientasi  Pada Pengembangan Intelektual
SPI ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar pengembangan intelektual atau pengembangan kemampuan berpikir. Peserta diberi kesempatan seluas- luasnya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui penemuan-penemuan yang mereka rancang sendiri.

b.      Prinsip interaksi
Pada dasarnya, proses  pembelajaran  adalah  proses  interaksi,  baik interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dengan siswa, maupun interaksi siswa dengan   lingkungan. Pembelajaran sebagai  proses interaksi berarti menempatkan guru bukan  sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur interaksi itu sendiri. Kegiatan pembelajaran selama menggunakan pendekatan inkuiri ditentukan oleh interaksi siswa. Keseluruhan proses pembelajaran akan membantu siswa menjadi mandiri, percaya diri dan yakin pada kemampuan intelektualnya  sendiri untuk terlibat secara aktif. Guru hanya perlu menjadi fasilitator  dan  mengarahkan  agar  siswa  bisa  mengembangkan  kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka. Guru  juga harus memfokuskan pada tujuan pembelajaran, yaitu mengembangkan tingkat berpikir yang lebih tinggi dan keterampilan berpikir kritis siswa.

c.       Prinsip Bertanya
Inkuiri  adalah  mengajukan  pertanyaan-pertanyaan,  yaitu  pertanyaan- pertanyaan   yang  dapat  dijawab dan  mengantarkan  pada  pengujian dan eksplorasi bermakna.  Selama pembelajaran inkuiri, guru dapat mengajukan suatu pertanyaan atau mendorong  siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri,  yang dapat bersifat open-ended, memberi peluang siswa untuk mengarahkan penyelidikan mereka sendiri dan menemukan jawaban-jawaban yang  mungkin  dari  mereka  sendiri,  dan  mengantar  pada  lebih   banyak pertanyaan  lain.  Oleh  karena  itu  peran  yang  harus  dilakukan  guru  dalam pembelajaran inkuiri adalah sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.

d.      Prinsip Belajar untuk Berpikir
Belajar bukan  hanya  mengingat sejumlah fakta, akan  tetapi  belajar adalah proses berpikir  (learning how you think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.

e.       Prinsip Keterbukaan
Inkuiri menyediakan siswa beraneka ragam pengalaman konkrit dan pembelajaran aktif yang mendorong dan memberikan ruang dan peluang kepada siswa untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian sehingga memungkinkan mereka menjadi pebelajar sepanjang hayat. Inkuiri melibat komunikasi yang berarti tersedia suatu ruang, peluang, dan tenaga bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan dan pandangan yang logis, obyektif, dan bermakna, dan untuk melaporkan  hipotesis  mereka. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya. Dengan demikian, peran utama guru dalam pembelajaran inkuiri adalah: Pertama, Motivator. Memberi rangsangan supaya siswa aktif dan gairah berpikir. Kedua, Fasilitator. Menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa. Ketiga, Penanya. Menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat  dan  memberi keyakinan  pada diri sendiri.  Keempat, Administrator. Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan didalam kelas. Kelima, Pengarah. Memimpin arus kegiatan  berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan. Keenam, Manajer. Mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi  kelas. Ketujuh, Rewarder. Memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai  dalam rangka peningkatan semangat inkuiri pada siswa.

5.               Langkah- Langkah Strategi Pembelajaran Inkuiri

SPI memiliki langkah- langkah yang spesifik dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dengan menggunakan strategi dapat mengikuti  langkah- langkah sebagai berikut:
a.      Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan startegi ini sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah, tanpa kemauan dan kemampuan itu tak mungkin proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar.

b.      Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi inkuiri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

c.       Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan berpikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis. Kemampuan berpikir logis itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh kedalaman wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap individu yang kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.

d.      Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Karena itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

e.       Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Dalam menguji hipotesis yang terpenting adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Di samping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi dan opini, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
f.       Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.      

6.               Strategi pembelajaran inkuiri Sosial

Inkuiri sosial merupakan strategi pembelajaran dari kelompok sosial (social family) subkelompok konsep masyarakat (concept of society). Subkelompok ini didasarkan pada asumsi bahwa metode pendidikan bertujuan untuk mengembangkan anggota masyarakat ideal yang dapat hidup dan dapat mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat. Karena itulah siswa harus diberi pengalaman yang memadai bagaimana caranya memecahkan persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat. Melalui pengalaman itulah setiap individu akan dapat membangun pengetahuan yang berguna bagi inkuiri sosial pada dasarnya tidak berbeda dengan inkuiri pada umumnya. Perbedaannya terletak pada masalah yang dikaji adalah masalah-masalah sosial atau masalah kehidupan masyarakat.

7.               Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri

SPI merupakan strategi pembelajaran yang banyak dianjurkan, karena strategi ini memiliki beberapa keunggulan , di antaranya.
1)      Strategi pembelajaran inkuiri  merupakan strategi pembelajaan yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, efektif, psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini di anggap lebih bermakna.
2)      Strategi pembelajaran imkuiri  ini dapat memberikan ruang kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
3)      Strategi pembelajaran inkuiri ini di anggap sesuai dengan perkrmbangan psikologi belajar modern yang mengasumsikan belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
4)      Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata- rata. Artinya peserta didik yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh peserta didik yang lemah dalam belajar.

Disamping memiliki keunggulan, strategi ini juga mempunyai kelemahan, di antaranya:
1)      Apabila strategi pembelajaran inkuiri digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan peserta didik.
2)      Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar.
3)      Tidak jarang dalam mengimplementasikannya memerlukan waktu yang panjang, sehingga sulit menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.
4)      Strategi pembelajaran inkuiri  ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap pendidik, jika criteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan peserta didik menguasai materi pelajaran.




















BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

            Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap pelajar matematika, khususnya kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa.  Pembelajaran dengan pendekatan inkuirimerupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya menanankan dasar-dasar berpikir ilmiah pada diri siwa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar, peranan guru dalam pembelajaran dengan pendekatan inkuiri adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalahyang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah.bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi.














DAFTAR PUSTAKA


Krismanto, M. Sc (2003). Beberapa teknik, Model dan Strategi dalam pembelajaran matematika. PPPG Matematika. Yogyakarta.
http://www.strategipembelajaran/Langkah-langkahMetode Inkuiri ~ long life education.htm
sanjaya, Wina. Dr.(2008).Stategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta